Minggu, 01 Januari 2012

Ultah Kedua Adek

28 Desember, Adek menginjak usia 2 tahun. Kami tidak merencanakan perayaan apapun, toh si Adek juga protes. Ya iya lah Bu, anak 2 tahun bisa minta apa sih? Kami harus mulai mengencangkan ikat pinggang, karena tahun depan Kakak Alel akan masuk Sekolah Dasar. 

Kami membuat homemade birthday cake sendiri dengan edible image, base nya pun hanya brownies kukus, super irit hehehe.... Adek pun bantu ikut mengocok adonan, meski sebagian berceceran kemana-mana, alhasil, hasil akhir cake nya mungkin hanya tersisa 3/4 karenanya. Supaya cantik pinggirnya dengan coklat pagar yang dicetak Alel, rapi urusan ke sekian, yang penting anak-anak senang merasa dilibatkan.
Adek sangat senang saat tiup lilin sehingga minta diulang sampai beberapa kali. Demi anak, tak apa lah capek menyanyi bolak-balik saat adegan tiup lilin diulang. Ayah dan Mamanya cuti pada hari ultah Adek dan siangnya kami sekeluarga makan siang di Pizza Hut.


Selamat ulang tahun anakku…
Perjuangan dan sakit Mama saat melahirkan 2 tahun lalu…. begitu cepat menguap melihat kelucuanmu hari demi hari. Kalau detik demi detik gak mungkin banget Nduk... secara Mamamu ini masih berstatus karyawati… Detik demi detik itu hanya ada di lagu dan puisi Nduk kalau kamu tahu… Tapi yang pasti Mama akan selalu ada untukmu… Semoga menjadi anak sholeha… mendapat perlindungan dari Allah SWT di setiap langkah-langkahmu, diteguhkan iman dan Islam-mu, diberikan kelancaran dalam pendidikan-mu kelak, diberikan kedudukan tinggi dunia dan akhirat-mu, Amin YRA.

Minggu, 09 Oktober 2011

Blackforest with edible image_Aurielle

BF ini orderan CC, temen kantor sewaktu kami masih bekerja di Jakarta untuk ultah anaknya tgl 19 Sept 2011. Duh, jadi teringat masa-masa kerja di kantor kami dahulu, terutama menghadapi bos dan rekan yang “Astagfirullah” tingkahnya, macam-macam deh… Luar biasa pengalaman yang kami dapat di sana…
CC sungguh wanita yang dedicated untuk keluarganya,. Ia sekarang menjadi “Full time mom” untuk kedua anaknya yang pintar dan lucu, terutama si Aurielle yang begitu imut dan amat menggemaskan! Great choice CC…!
Sempat khawatir juga membuat pesanan cake ini, karena taste CC cukup sensitif untuk kualitas makanan. Beberapa pengalaman menarik aku alami saat pembuatan cake ini:

  • Kehabisan stock Dark Cherry. Seingatku ada 1 kaleng di lemari bahan kue. Saat aku telp ke Embak, ia bilang, "HABIS MA!" Aku juga tidak cross check sendiri, yang ternyata masih ada 1 kaleng tersembunyi di belakang tumpukan coklat… hadeehhh…! Dan itu aku ketahui saat pulang dari Toko Bahan Kue!
  • Sabtu pagi akhirnya aku meluncur ke Kranji bersama Alel, tujuan utama hanya cari Dark Cherry, Red Cherry, lilin ultah dan kertas roti. Dapat ditangan, Dark Cherry, Kertas Roti lilin dan Pita. Cherry tangkainya kelupaan!
  • Akhirnya Sabtu jelang magrib ke Giant dekat rumah, hanya untuk cari Red Cherry, yang ada tanpa tangkai…
  • Malam minggu saat akan membuat cake, lihat penunjuk gas kok nyaris habis, awalnya akan sekalian buat klappertart untuk komplimen akhirnya ditunda, pokoknya cake dulu harus matang, kalau ada sisa gas baru untuk klappertart!
  • Saat hendak menghias, Alel sudah ribut ingin makan sisa pinggiran cake yang biasanya dirapihkan.  “Mama jangan sukses ya, biar ada pinggiran yang dipotong, buat aku makan sama krim!” Harapan Alel adalah mamanya tidak pas saat menumpuk cake, kalau meleset kan diratakan aka dipotong sehingga banyak potongan cake nya….
Karena ini pesanan teman lama, khusus kami antar sendiri ke rumah, sekalian silaturahim di Kelapa Gading. Awalnya muter-muter dulu karen CC salah memberikan arahan, seharusnya belok kanan, di sms kami harus jadi belok kiri, heheh..
Dan pengalaman sebagai home bakuler pun dimulai saat keesokan harinya CC sms: "Kuenya terlalu manis, rhum-nya kurang berasa..."
Deeegggh... rasanya gimana gitu, kalau soal rhum memang sesuai request minta tanpa rhum, kalau kemanisan, ehm, mungkin selera keluarga CC yang kurang suka manis... Saat ini masih nunggu info dari CC, standard BF doi made in bakery mana, nanti aku mau tester dan Insya Allah kalau ada kesempatan akan aku coba buatkan yang mirip-mirip lah... Sorry ya say... :((

Minggu, 21 Agustus 2011

Cheddar Cheese Stick


Proyek Minggu pagi..
Cheese stick dengan parutan keju cheddar yang lumayan generous... hm... yummy... Awalnya pengin buat dengan campuran keju edam, tapi kemarin cari-cari di supermarket dekat rumah kok kosong, malas cari ke tempat lain, akhirnya memanfaatkan apa yang ada di rumah saja... Keju cheddar full...



Terbukti Kakak yang sedang tidak puasa, bolak-balik nyemil...




Ini Resepnya ya...

Bahan Kering:
500 gr terigu
250 gr sagu tani
50  gr maizena
1 sdm baking powder
2 sdt garam
150 gr keju cheddar parut

1 bungkus kaldu bubuk rasa ayam (optional)

Bahan cair:
2 telur kocok lepas + 2 siung bawang putih yang dihaluskan
150 ml air
100 margarin, lelehkan

Cara membuat:
  • Campur semua bahan kering
  • Masukkan bahan cair sedikit demi sedikit, uleni hingga kalis
  • Giling dengan ketebalan yang diinginkan
  • Potong-potong sesuai selera, goreng dengan api sedang

Jadinya sekitar 1 kilogram (lebih sedikit lah).

Upin Ipin

Meskipun episode Upin Ipin setiap hari hanya ulangan, namun tetap saja menarik minat anak-anak. Jangankan anak-anak, aku saja suka hehe... Sebenarnya lebih bangga jika ada produk lokal yang mirip serial ini, andaikan ada...dan sayangnya belum ada. Selain PPT (Para Pencari Tuhan), menurutku serial di televisi lokal saat ini bertebaran sinetron dengan kisah yang sama atau mirip lah dari puluhan tahun lalu, silahkan pilih mana yang sesuai (boleh lebih dari satu): *ujian kaleee...

  • menjual kekayaan/kemiskinan, 
  • dendam, penghianatan, 
  • tokoh utama kecelakaan, luka parah meski mobil tidak ringsek, terus lupa ingatan, sampai tidak ingat istri, dan he-eh saja saat orang lain ngaku sebagai istrinya... *emang keluarga dan istri tidak ada bukti foto nikah apee...???! Emosi buuuk...? namanya juga sinetron... 
  • Tokoh utama meninggal, tapi tak berapa lama muncul kembarannya... *tak ada duanya selain di sinetron kita..
  • Penyamaran, lebih tepat, ganti kostum saja.. Wong nyamar kok tidak ada yang berubah selain wig dan kostum...*geleng-geleng 
  • Make up lengkap saat tidur dan bangun tidur, bahkan pelakon miskin pun full make up dengan alis model salon..!
  • High heel di dalam rumah
  • Peran antagonis selalu melotot dengan tampang bengis
  • Peran protagonis selalu menangis
  • dan masih banyak lagi......
Daripada anak-anakku melihat sinetron yang tidak karuan, biarlah ia nonton Upin-Ipin made in negara tetangga.. Toh banyak sekali nilai-nilai dan pembelajaran yang sangat bagus dari serial ini...Namun ada yang kurang aku suka, yaitu sekarang Kakak kerap meniru gaya bicara dari serial ini di kesehariannya...

Suatu malam selepas bermain di kasur, tiba-tiba Kakak nyelutuk..
K: "Seronok kita main ya Ma....!" *senang
M: "Seronok....??!" *??@#$$

Bahasa model apa itu...!

Suatu sore di kasir Indomar*t dekat rumah:
M: "Kak tolong ambilin pampers lagi donk buat Adek... cepetan ya.." Tak berapa lama Kakak kembali dengan tangan kosong..

K: "Tak ade lah" *copy gaya si Mail
M: "Ada, di rak agak atas. Ya sudah Kakak antri, Mama yang ambil, Bawa keranjangnya ya!"
K: "Capek lah.." *gaya si Upin

Tantangan berat untuk para ortu nih, supaya bahasa lokal tidak tergeser dengan bahasa tetangga hehehe... Kenapa tidak di dubbing saja ke bahasa lokal ya....? *wondering


Parade Snack Boxes

Sebenarnya ini koleksi foto-foto lawas, yang belum aku masukkan di blog.. Contoh-contoh Snack Box dari Elza-Kitchen... cekidot ya...



1. Ketan Ayam, Sweetcorn Risoles, Kroket























2. Puding Jagung, Combro Special, Tahu Daging






















3. Kue Lumpur, Risole Daging, Sosis Solo Kukus





















4. Pastel Sayuran, Sentiling, Beef Bitterballen





















5. Brownies Panggang, Panada, Smoked Beef Risole

















6. Ragaout Ayam, Puding Roti, Lumpur Hijau





















7. Sosis Solo, Puding Mangga, Pastel